Karya : Dina Fathimah
Malam itu basah
Tetes demi tetes jatuh ke hamparan tanah
Dingin itu beku
Namun dia tetap mengayuh dengan kaku
Betisnya kecil
Badannya pun kecil
Hingga kayuhannya berhenti
Ia turun dari tempat duduk
Mengamati ban belakang yang tipis
Tetapi ia tak sedikitpun termangu
Ia coba berkata
Tapi yang kudengar ia bergumam
Ia tak mampu berkata
Hanya mampu berisyarat
Ternyata ia tuna wicara
Namun gerakan tubuhnya tetap cekatan
Aku terpaku
Melihatnya memperbaiki ban belakang becaknya
Ban itu tipis
Ban dalam dan luarnya keluar dari porosnya
Ia menyuruhku menunggu disini
Karena ia akan memompa ban nya
Beberapa menit kemudian ia datang
Kulihat ban belakangnya
Namun ban itu masih seperti tadi
Seperti tadi sebelum ia pergi
Aku melihatnya kasihan
Rambutnya cepak dan basah terkena gerimis
Kaosnya tanpa lengan
Celananya hitam sepanjang lutut
Sandalnya hitam terbuat dari karet
Sungguh perjuangan hidup yang keras
Yang belum pernah kualami sekeras itu
Tuhan berikanlah ia kebahagiaan
Sungguh hanya itu yang bisa kuberikan untuknya
Sekretariat,12.38 pm
Selasa, 3 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar